Balur ‘’Divine Cigarette’’, Kretek Penyembuh Segala Penyakit

501177gbm

Semua orang pasti merasa akan merasa heran mendengar bahwa rokok kretek (tembakau) bisa dijadikan media pengobatan, apalagi untuk penyakit kronis dan menurun (degeneratif) seperti kanker.

Lebih heran lagi, jika seseorang melihat aktivitas merokok justru disejajarakan dengan  terapi penyembuhan dan detoksifikasi racun dalam tubuh. Sebab, publik sudah telanjur akrab dengan stigma bahwa tembakau merupakan salah satu faktor penyebab kanker.

Penggunaan produk tembakau untuk balur ini, dikenalkan oleh Dr. Greta Zahar, Ph.D. Menurut Dr. Greta, pada diri setiap penderita penyakit terdapat kandungan merkuri  dalam tubuh yang jauh melebihi ambang batas.

Merkuri yang dalam bahasa umum publik mengenalnya dengan radikal bebas, inilah yang kemudian memengaruhi metabolisme tubuh, bahkan merusak jaringan sel, hingga pada level tertentu, konsisi tubuh dinyatakan sakit.

Merkuri adalah penyebab dari semua penyakit. ‘’Melalui rokok yang saya sebut ‘divine cigarettes’, ada unsur yang mengumpulkan mekuri dari tubuh, untuk kemudian dikeluarkan dengan menggunakan metode balur,’’ katanya.

Aris Widodo, guru besar farmakologi dari Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, mengemukakan, merokok dapat menghilangkan kecemasan, mempertajam konsentrasi dan menenangkan saraf.

‘’Merokok merupakan alternatif yang murah dibanding obat mahal seperti valium. Saya belum pernah mendengar ada orang meninggal akibat merokok. Sebaliknya, merokok itu baik untuk Anda,’’ katanya dalam sebuah kesempatan.

Dr. Greta, ahli nano-chemistry dari Universitas Padjadjaran (Undap) Bandung, Jawa Barat percaya bahwa manipulasi merkuri dalam asap rokok dapat menyembuhkan segala penyakit termasuk kanker, bahkan bisa memperlambat proses penuaan.

Sementara itu, Griya Balur yang didirikan Dr. Gretha Zahar, kini telah memiliki beberapa cabang. Selain di Kudus (Griya Balur Muria/GBM), Griya Balur juga ada di Jakarta, Malang, dan Semarang. Sudah lebih 60.000 pasien yang menjalani terapi dengan asap rokok selama 10 tahun terakhir.  (*)

Yohanes Suparmin, S.Th.,
Manajer Operasional Rumah Sehat Griya Balur Muria (GBM) Kudus. Diolah dari berbagai sumber.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Powered by WordPress | Designed by: buy backlinks | Thanks to webdesign berlin, House Plans and voucher codes